1. Komponen pemasaran online:
a. Content Marketing: Konten merupakan alat untuk menarik prospek dan pelanggan potensial ke website, toko online (e-commerce), dan blog. Bentuk dari konten dapat berupa artikel, blog, how-to, e-book, presentasi, video, dan audio. Konten berkualitas yang dibutuhkan atau bermanfaat bagi pembaca akan meningkatkan kepercayaan, mempererat hubungan antara pemilik konten dengan pembacanya serta meningkatkan rating pengunjung.
b. Search Engine Marketing: Mesin pencari merupakan tempat pertama pelanggan mencari informasi bisnis, produk atau jasa sebelum memutuskan membeli sesuatu. Google menjadi rujukan pencarian di internet, mencari perusahaan, produk, brand, atau kata-kata. Kunci penting terkait produk sebaiknya bisa merujuk ke informasi di website.
c.Email Marketing: Email Marketing memilki fungsi untuk tetap menjaga hubungan baik dengan klien atau prospek bisnis Anda, sehingga anda tetap terlintas dipikiran mereka saat mereka membutuhkan sesuatu Email Marketing umumnya dipahami sebagai email berisi materi promosi yang ditujukan kepada kelompok pengguna internet melaui email, untuk mempromosikan suatu produk atau jasa.
d. Online Public Relations: E-PR (electronic public relations),Cyber PR, Online PR, atau PR on the net, adalah kegiatan PR yang menggunakan internet sebagai media komunikasi. Media internet dimanfaatkan oleh PR untuk membangun merk (brand) dan memelihara kepercayaan publik. Strategi online PR adalah membidik situs berita dan komunitas online yang berorientasi khusus
e. Social Media Marketing: Media sosial adalah sebuah media online, dengan para penggunanya dapat dengan mudah berpartisipasi, berbagi, dan menciptakan isi meliputi blog, jejaring sosial, wiki, forum dan dunia virtual. Blog, jejaring sosial dan wiki merupakan bentuk media sosial yang paling umum digunakan oleh masyarakat di seluruh dunia Media sosial merupakan alat promosi bisnis yang efektif karena dapat diakses oleh siapa saja, sehingga jaringan promosi bisa lebih luas. Media sosial menjadi bagian yang sangat diperlukan oleh pemasaran bagi banyak perusahaan dan merupakan salah satu cara terbaik untuk menjangkau pelanggan dan klien.
f. Online Advertising: Online advertising adalah metode periklanan dengan menggunakan internet dan World Wide Web dengan tujuan menyampaikan pesan pemasaran (promosi) untuk menarik pelanggan. Iklan online . Iklan umumnya memiliki 2 tujuan yaitu Branding dan Sales, atau sekaligus kedua-duanya. Setelah menentukan tujuan, maka bisa dipilih berbagai media sesuai profil target market dan juga budget yang sesuai. Berbagai media online, search engine (Seperti Google AdWords), dan Social Media bisa jadi sarana online advertising.
g. Website: Website merupakan media promosi yang paling popular. Website dapat diartikan sebagai kumpulan halaman yang yang saling terkait dimana masing-masing dihubungkan dengan hyperlink. Pada umumnya tujuan pembuatan website untuk mendatangkan pengunjung potensial sebanyak-banyaknya, dengan harapan semakin banyak orang yang dapat melihat informasi yang disediakan pada web tersebut, maka semakin banyak pula orang yang mengenal dan tertarik pada produk/jasa yang ditawarkan.
h.. Conversion: Konversi adalah teknik memetakan kunjungan sebuah website atau toko online. Penjual harus mampu menganalisis komposisi kunjungan: berapa banyak pengunjung website, berapa persen pengunjung yang meng-klik tombol pembelian, dan berapa persen orang yang benar-benar membeli.
2. Cara kerja pemasaran online ada 4 langkah:
a. Awareness (Kesadaran)
Pemasar membangun kesadaran konsumen dengan memasang iklan terlebih dahulu di media online.
b. Interest (Ketertarikan)
Ketertarikan muncul setelah membangun kesadaran pada konsumen. Konsumen akan mencari tahu tentang produk melalui mesin pencari (misalnya : Google atau Yahoo! dan jejaring sosial seperti: Facebook, dan Twitter)
c. Desire (Keinginan)
Timbul keyakinan pada konsumen sehingga berkeinginan untuk mencoba produk atau jasa, dengan mencari keterangan lengkap tentang produk atau jasa tersebut melalui situs web.
d. Action (Tindakan)
Tahap terakhir sebagai penentuan dari pihak konsumen terhadap produk atau jasa.